Robot network telah disebar ke seluruh komputer di delapan wilayah hukum polda di Indonesia dan telah bekerja sebagai intelijen dunia maya. Kepala Unit Informasi Teknologi (IT) dan Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Petrus Renard Golose usai menghadiri pertemuan IT dan Cyber Crime International Police Asia Pasific Selatan mengatakan, software robot network tersebut telah bekerja sebagai intelijen dunia maya, dimana keberadaannya tidak akan diketahui oleh para pengguna internet. Kontrol pengendalian robot network itu dilakukan melalui laboratorium komputer forensik Mabes Polri.
Indonesia adalah negara Asia pertama yang menggunakan softwere atau sistem yang disponsori oleh sebuah perusahaan software ternama di dunia.
Salah satu kasus yang saat ini sedang fokus diselidiki oleh Unit IT dan Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri adalah kasus eksploitasi anak-anak melalui dunia maya, diantaranya kasus paedofilia atau pencabulan anak-anak di bawah umur oleh wisatawan asing di Bali dan Nusa Tenggara Barat. Dimana korbannya dipasarkan melalui saluran internet. ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar