Kamis, 08 April 2010

Persaingan Dinas Rahasia Dunia

MEMBICARAKAN interen Amerika Serikat tentu tidak lengkap tanpa membicarakan pesaingnya. Rusia. Itu berarti membicarakan SVR, badan rahasia Rusia yang di era Perang Dingin dikenal dengan nama KGB.

Persaingan intelijen antara CIA dan SVR mencapai puncaknya di era Perang Dingin. Kedua badan intelijen top itu adu lihai untuk menyusupi lawan masing-masing.

Bertolak, belakang dengan film-film Hollywood, yang menunjukkan kelihaian agen-agen CIA, di dunia nyata justru SVR yang lebih berhasil menyusup ke tubuh sejumlah badan intelijen AS, termasuk CIA. Sebut saja John Walker yang menembus rahasia enkripsi dan Angkatan Laut AS, Aldrich Ames di tubuh CIA, Robert Hans-sen di tubuh FBI, dan Melita Norwood, seorang pegawai negeri sipil Inggris.

Orang-orang susupan itu berhasil mengirimkan banyak informasi berharga. Ames dan Hanssen, misalnya, membuat AS kehilangan banyak sumber. Dari Walker, Rusia berhasil mendapat informasi untuk meningkatkan desain kapal selamnya.

Namun, CIA juga mencatat sejumlah keberhasilan. Pada 1980-an misalnya, CIA berhasil menggelar perang ekonomi melawan Rusia yang kala itu masih tergabung dalam Uni Soviet. Namun, banyak kisah keberhasilan itu masih tertutup.

Seiring berakhirnya Perang Dingin, perang di dunia gelap ini tidak terlalu mencolok. Sementara SV R tetap gelap clan rahasia, CIA justru disibukkan dengan berbagai operasi akibat politik AS yang membuatnya terus mendapat sorotan dan terbuka bagi publik.

Selain akibat kegagalan-kegagalannya, sebut saja serangan 11 September 2001, peledakan markasnya di Afghanistan, penyusupan tamu tak diundang ke dalam Gedung Putih, dan yang terbaru percobaan pengeboman pesawat di Hari Natal lalu, CIA makin terbuka akibat hobi pejabat AS yang berkicau kepada pers.

Di luar kegagalan tersebut, hingga kini CIA dan SVR bersama dinas rahasia Israel, Mossad, diyakini merupakan badan intelijen terbaik di. dunia.

Mossad lewat motonya dengan tipu daya kita berperang diakui kehebatannya berkat sejumlah keberhasilannya yang fenomenal. Misalnya, pembunuhan agen-agen PLO sebagai balasan pembunuhan 11 atlet Israel pada Olimpiade 1972 di Muenchen, Jerman, akuisisi pesawat MiG-21 sebelum Perang Enam Hari melawan negara-negara Arab pada 1967 dan pencurian formula pembuatan jet tempur Mirage 5 milik Prancis.

Dengan CIA, Mossad ikut bahu-membahu mendukung gerakan Solidaritas Polandia pimpinan Lech Walesa pada 1980 yang menumbangkan pemerintahan komunis.

Badan intelijen lain yang patut diperhitungkan setelah ketiga badan intelijen top itu adalah MI-5 dan Ml-6 Inggris yang terkenal dengan efektivitas operasinya dan sekutu CIA sejak di era Perang Dingin dan DGSE, dinas rahasia Prancis wing pertama kali mengumumkan invasi Uni Soviet ke Afghanistan pada 1979.

Untuk Asia, dinas rahasia China, yakni Ministry of State Security alias MSS, patut diperhitungkan bersama dengan dinas rahasia India, RAW (Research and Analysis Wing), dan dinas rahasia Pakistan, yaitu Inter-Services Intelligence (ISI). (Hde/berbagai sumber/I-1)

Entitas terkaitAfghanistan | Ames | Analysis | Arab | Badan | CIA | Gedung | Inggris | Israel | Melita | MEMBICARAKAN | Ministry | Mirage | Mossad | Olimpiade | Perang | Persaingan | PLO | Prancis | RAW | Research | Robert | Rusia | Sebut | Seiring | SVR | Uni | Aldrich Ames | Amerika Serikat | Angkatan Laut | Hari Natal | John Walker | Lech Walesa | Perang Dingin | Services Intelligence | Solidaritas Polandia | State Security | Uni Soviet | Perang Enam Hari | Persaingan Dinas Rahasia | Sementara SV R |
Ringkasan Artikel Ini
Sebut saja John Walker yang menembus rahasia enkripsi dan Angkatan Laut AS, Aldrich Ames di tubuh CIA, Robert Hans-sen di tubuh FBI, dan Melita Norwood, seorang pegawai negeri sipil Inggris. Selain akibat kegagalan-kegagalannya, sebut saja serangan 11 September 2001, peledakan markasnya di Afghanistan, penyusupan tamu tak diundang ke dalam Gedung Putih, dan yang terbaru percobaan pengeboman pesawat di Hari Natal lalu, CIA makin terbuka akibat hobi pejabat AS yang berkicau kepada pers. Badan intelijen lain yang patut diperhitungkan setelah ketiga badan intelijen top itu adalah MI-5 dan Ml-6 Inggris yang terkenal dengan efektivitas operasinya dan sekutu CIA sejak di era Perang Dingin dan DGSE, dinas rahasia Prancis wing pertama kali mengumumkan invasi Uni Soviet ke Afghanistan pada 1979.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar